Wednesday, November 4, 2015

Sebuah Kebersamaan di Akhir Pekan

Sabtu, 31 Okober 2015. Dalam rangka menjalin kebersamaan yang lebih erat antar pengurus Gema Inti, pada hari Sabtu, 31 Oktober 2015, acara dilanjutkan dengan city tour menggunakan bis. Acara diawali dengan kunjungan para pengurus ke Panti Asuhan Bukit Kehidupan. Di tempat ini, para pengurus dari enam daerah, duduk dan sarapan bersama dengan para sahabat dari panti asuhan. Saat sarapan, adik-adik panti asuhan dan kakak-kakak Gema Inti selaing berbagi cerita. Dalam kunjungan pagi yang singkat itu, salah satu pengurus Gema Inti berkesempatan untuk berbagi cerita dengan salah satu penjaga panti, Kak Olin namanya. Kak Olin berasal dari Sumatera Utara dan sejak dua tahun yang lalu menjalani penggilannya untuk dapat membantu mengurus panti asuhan di Bali. Acara sarapan bersama ini ditutup dengan pemberian bantuan kepada adik-adik berupa beras serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Rakornas Perdana Gema Inti

Jum’at, 31 Oktober 2015. Tahun ini, Bali mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam rangka pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Generasi Muda Indonesia Tionghoa yang pertama (Rakornas I Gema Inti). Rakornas perdana Gema Inti yang baru dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 2013 ini mengambil tempat di Pelangi Restoran. Sejak hari rabu, tuan rumah sudah mulai disibukkan dengan penjemputan para teman-teman daerah. Sampai dengan tahun ini, Gema Inti sudah memiliki perwakilan di 6 daerah, Sumatera Utara (yang telah memiliki cabang di Medan), Jawa Timur, Jawa Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta dan Bali sendiri.

Catatan Perjalanan : Kami Indonesia!



Sejak tanggal 30 Oktober sampai dengan 1 November 2015 kemarin, Generasi Muda Indonesia Tionghoa (“Gema Inti”) melaksanakan sebuah rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional I (“Rakornas I”) Gema Inti. Rakornas I Gema Inti yang dibuka oleh Hardy Stefanus selaku Ketua Umum Gema Inti, “Saya berharap Rakornas kita yang merupakan Rakornas perdana kita dapat mencapai tujuan yang dicita-citakannya tidak melupakan tujuan dan esensi dasar kehadiran kita di tempat ini,” ungkapnya. Rakornas dimulai dengan rapat pembahasan tentang dasar-dasar pembentukan Gema Inti sampai dengan rapat pembahasan agenda kerja Gema Inti selama dua tahun yang akan datang. Pandangan setiap daerah tentang agenda kerja Gema Inti ke depannya lebih banyak mengarah kepada peningkatan kualitas kader-kader Gema Inti serta fokus terhadap antisipasi dan partisipasi menghadapi MEA. Selain itu, Gema Inti juga akan berfokus pada rancangan AD/ART yang merupakan pedoman dasar gerakan Gema Inti di waktu-waktu yang akan datang.
Keluarga besar Gema Inti Nasional dalam Rakornas I Gema Inti

Saturday, October 24, 2015

Ketika Beta Berada di Timor, Sebuah Cerita tentang Kain Tenun

Aku pertama kali jatuh cinta dengan pakaian tradisional Indonesia pada pertengahan tahun 2009. Ketika itu, aku akan diwisuda bersama dengan teman-temanku. Seorang sahabat mengajakku untuk menjahit kebaya untuk dipakai di acara wisuda. Sebelumnya, tidak pernah terbayangkan oleh diriku, aku akan memakai baju kebaya dan menggunakan bawahan yang dijahit dari kain songket. Ketika akhirnya baju itu selesai dijahit, saat itu juga aku langsung jatuh cinta dengan kebaya. Sejak saat itu, aku mulai memberikan perhatian kepada kain-kain tradisional khas Indonesia yang ternyata sangat banyak dan beragam.
Para pemudi yang menari menggunakan pakaian adat

Wednesday, September 16, 2015

Ketika Beta Berada di Timor

Hari ini adalah hari ke-sepuluh aku dan kedua temanku berada di NTT. Sudah ada sedikit pelajaran tentang salah satu provinsi yang terletak di Pulau Timor, bagian Timur Indonesia, yang berbatasan dengan Timor Leste (pernah dengar kota "Atambua"? Nah..di pulau inilah terletak kota itu). Secara  waktu, Nusa Tenggara Timur itu masuk ke Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA) jadi waktu disini lebih cepat 1 jam (+8) jika dibandingkan dengan jakarta (+7). Namun sekali pun mengikuti waktu di Indonesia Bagian Tengah, namun orang-orang disini selalu menyebut diri mereka sebagai orang Timor.



Tuesday, September 15, 2015

Renungan di Masa ke-28

16 September 2015

Hari ini tepat aku akan genap memasuki tahun ke – 28 perjalananku di sebuah tempat yang dinamakan Bumi ini. Seperti bumi yang memutari matahari dalam waktu 1 tahun yang kurang lebih memiliki 365 hari. Dan begitu pun aku, aku telah mengitari matahari bersama-sama dengan bumi tepat 28 kali pada hari ini. Detik berganti menit dan menit berganti jam. Pagi berganti siang, siang berganti malam dan malam berganti pagi.


Sunday, September 13, 2015

Welcome to The University of Life

Dan disinilah aku
Tepat tujuh hari sejak aku meninggalkan Jakarta dan pergi ke tempat ini
Kupang
Soe
Oeekam
Op
Amanuban Tmur
Nusa Tenggara Timur